Kamis, 27 Agustus 2015

Jangan Abaikan 7 Jenis Nyeri Ini


Nyeri adalah salah satu cara tubuh memberitahu kita bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Nyeri dapat terjadi ketika tubuh beraktivitas terlalu keras atau karena makan sesuatu. Tapi nyeri juga dapat terjadi karena masalah serius dalam tubuh.
7 jenis nyeri berikut ini perlu segera mendapatkan bantuan medis

Sakit kepala hebat
Bila Anda menderita flu, bisa jadi Anda menderita sakit kepala sinus. Namun Anda juga bisa sakit kepala karena pendarahan otak atau tumor otak. Segera periksakan sakit kepala Anda sehingga  penyebabnya dapat ditemukan  dan Anda mendapatkan penanganan yang tepat.
Sakit kepala hebat juga dapat disebabkan oleh brainaneurysm. Brainaneurysm adalah benjolan pada pembuluh darah yang memasok darah ke otak. Pada sebagian besar kasus, kejadian ini tidak menimbulkan gejala sehingga tidak disadari.  Tapi dalam kasus langka, benjolan itu pecah dan melepaskan darah ke tengkorak dan menyebabkan stroke.

Nyeri atau rasa tidak nyaman pada dada, tenggorokan, rahang, bahu, lengan dan perut
Nyeri dada mungkin disebabkan oleh pneumonia atau serangan jantung. Serangan jantung biasanya muncul bukan sebagai nyeri tapi rasa tidak nyaman. Kardiologis Jerome Cohen mengatakan, “Pasien jantung mengeluh tentang tekanan. Mereka mengepalkan tangan dan meletakkannya di dada atau mengatakan seperti dada mereka ditindih gajah.”
Rasa tidak nyaman karena masalah jantung juga dapat terjadi pada dada atas, tenggorokan, rahang, bahu atau lengan kiri, atau perut dan mungkin disertai mual. Pasien sering menunda mengunjungi dokter karena mengira rasa tidak nyaman itu terjadi karena masalah pencernaan.
Jerome Cohen melanjutkan, “Mungkin ada pola tertentu, seperti rasa tidak nyaman yang timbul sehubungan dengan terlalu bersemangat, kekacauan emosi atau pengerahan tenaga. Misalnya Anda merasa tidak nyaman ketika sedang berkebun, dan rasa tidak nyaman itu hilang ketika Anda duduk, mungkin itu adalah angina. Angina adalah nyeri dada karena berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Gejala menjadi lebih parah ketika cuaca panas atau dingin.
Penyakit jantung dapat dianggap gejala masalah pencernaan seperti kembung, sakit lambung atau tidak nyaman di perut dan berhubungan dengan rasa lelah.

Nyeri pada punggung bawah atau di antara tulang belikat

Masalah yang paling sering terjadi adalah arhritis. Kemungkinan lain termasuk serangan jantung atau masalah pada abdomen.

Salah satu bahaya adalah robekan pada dinding pembuluh darah yang muncul sebagai nyeri terus menerus atau mendadak. Orang-orang yang berisiko dapat mengalami perubahan pada integritas dinding pembuluh darah, termasuk penderita tekanan darah tinggi, orang dengan riwayat masalah peredaran darah, perokok dan penderita diabetes.

 

Nyeri abdomen yang parah

Beberapa penyebabnya adalah radang usus buntu, masalah pada kantung empedu dan penkreas, tukau lambung, penyumbatan pada usus kecil.

 

Nyeri betis

Nyeri betis dapat terjadi karena deep vein thrombosis (DVT), bekuan darah yang terjadi di pembuluh vena di tungkai. Kondisi ini terjadi pada 2 juta orang Amerika dalam setahun dan dapat membahayakan jiwa. Bekuan darah terbawa aliran darah dan menyebabkan emboli atau penyumbatan di paru-paru yang berakibat fatal. Kanker, obesitas, tidak bergerak karena harus beristirahat di tempat tidur, perjalanan jarak jauh dan kehamilan dapat menyebabkan risiko deep vein thrombosis.

 

Rasa terbakar pada kaki dan tungkai

Menurut American Diabetes Association, seperempat dari 27 juta orang Amerika menderita diabetes tanpa diketahui. Pada orang yang menderita diabetes tanpa menyadarinya,  kerusakan saraf tepi sering menjadi tanda-tanda pertama penyakit diabetes.
Kerusakan saraf tepi  dapat menyebabkan kelemahan, mati rasa, rasa terbakar atau seperti ditusuk-tusuk jarum dan nyeri, biasanya pada tangan atau kaki

Nyeri samar-samar, gabungan atau nyeri yang tidak dapat dijelaskan secara medis

Depresi dapat menyebabkan nyeri dan gejala fisik lain. Pasien mengeluh sakit kepala, sakit perut atau anggota tubuh dan kadang-kadang gabungan dari berbagai nyeri.

Karena nyeri ini mungkin kronis dan tidak melemahkan penderita, penderita depresi, keluarganya dan dokter mungkin mengabaikannya. Makin parah depresi, makin sulit bagi penderita untuk menjelaskan perasaannya. Penderita dapat didiagnosa menderita depresi bila juga mengalami gejala lain seperti kehilangan minat pada aktivitas, tidak dapat bekerja atau berpikir dengan efektif dan tidak dapat bergaul dengan orang lain. Depresi lebih lanjut dapat menghancurkan kualitas kehidupan. Depresi perlu ditangani sebelum menyebabkan perubahan struktural pada otak.

 

Sumber:

www.mayoclinics.org