Senin, 07 November 2016
Latihan untuk Mencegah Nyeri Pada Tangan
Selasa, 31 Mei 2016
Sakit Gigi
Sakit gigi adalah rasa
nyeri pada atau di sekitar gigi. Sakit gigi disebabkan oleh:
- Kerusakan gigi berupa lubang pada gigi.
- Infeksi karena bakteri pada akar gigi atau di antara gigi dan gusi. Biasanya disebabkan oleh gigi berlubang sehingga bakteri masuk ke gigi dan menyebabkan infeksi pada bagian tengah gigi. Infeksi dapat menyebar ke akar gigi dan tulang yang menyangga gigi.
- Gigi patah atau retak
- Tambalan gigi yang rusak atau terlepas
- Infeksi gusi disebabkan oleh petumbuhan bakteri
- Gerakan berulang seperti makan permen karet atau menggertakkan gigi. Menggertakkan gigi biasanya dilakukan orang pada saat tidur sehingga tidak disadari. Penderita mungkin merasa sakit pada rahang atau sakit kepala yang konstan pada saat bangun tidur. Mengertakkan gigi yang terus menerus dapat menyebabkan gigi patah atau retak, gigi goyang, bahkan gigi lepas.
Gejala sakit gigi:
- Nyeri pada gigi yang mungkin tajam, berdenyut atau konstan. Pada beberapa orang rasa nyeri terjadi bila ada tekanan pada gigi.
- Bengkak di sekitar gigi.
- Demam atau sakit kepala
- Cairan keluar dari gigi yang terinfeksi
Anda harus segera menemui dokter gigi bila
- Anda mengalami sakit gigi lebih lama dari 1-2 hari
- Sakit gigi Anda parah
- Anda demam, menderita sakit pada telinga, atau merasa nyeri ketika membuka lebar mulut Anda
Identifikasi dan perawatan infeksi yang tepat diperlukan untuk mencegah
infeksi menyebar ke bagian lain wajah dan tengkorak dan bahkan ke aliran darah
Bagaimana mencegah sakit gigi?
Sebagian besar sakit gigi disebabkan oleh kerusakan gigi. Menjaga
kebersihan dan kesehatan mulut dapat mencehah sakit gigi. Di antaranya menyikat
gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung flouride, menggunakan benang gigi
sekali sehari, berkumur dengan cairan kumur antiseptik sekali atau 2 kali
sehari, rutin memeriksakan gigi secara teratur 2 kali setahun. Sebagai tambahan,
makan makanan rendah gula.
Sumber: www.webmd.com
Sabtu, 23 April 2016
Nyeri Dada Karena Masalah Pencernaan - GERD
Gastroesophageal reflux disease, atau GERD, adalah kelainan pencernaan yang
mempengaruhi Lower Esophageal Sphincter (LES), cincin otot di antara esofagus
dan lambung. Banyak orang termasuk wanita hamil
menderita heartburn t atau
gangguan pencernaan karena asam lambung yang disebabkan oleh GERD.
Gastroesophageal reflux terjadi bila isi lambung naik kembali
ke esofagus. Pada keadaan normal,
the lower esophageal sphincter (LES) membuka sehingga makanan dapat
turun ke lambung dan LES menutup kembali untuk mencegah makanan dan cairan asam
naik kembali ke esofagus. Gastroesophageal
reflux terjadi bila LES melemah atau mengendur dengan tidak normal sehingga
isi lambung naik kembali ke esofagus
Parah
tidaknya GERD tergantung pada disfungsi LES dan juga jenis dan jumlah cairan
yang naik dari lambung dan efek netralisasi air liur.
Apakah Hiatal Hernia dan perannya
dalam GERD?
Hiatal hernia terjadi ketika bagian atas lambung bergerak ke atas melalui lubang kecil pada
diafragma (sekat rongga badan). Sekat rongga badan adalah otot yang memisahkan
rongga dada dan rongga perut. Penelitian menunjukkan bahwa lubang pada
diafragma membantu menyokong ujung bawah esofagus. Sebagian dokter menganggap hiatal hernia dapat melemahkan LES dan
meningkatkan risiko gastroesophageal
reflux. Banyak penderita hiatal
hernia tidak mengalami masalah dengan heartburn
atau reflux. Tapi adanya hiatal hernia dapat menyebabkan isi
lambung lebih mudah mengalir kembali ke esofagus.
Gejala GERD
Nyeri dada, biasanya terjadi setelah makan
Apa faktor penyebab GERD?
- Pilihan diet dan gaya hidup. Makanan dan minuman yang mengandung cokelat, peppermint, makanan yang digoreng atau berlemak, kopi dan alkohol dapat menyebabkan heartburn dan reflux
- Obesitas
- Hiatal hernia
- Hamil
- Merokok
- Mulut kering
- Asma
- Diabetes
- Pengosongan lambung yang lambat
- Heartburn adalah gejala paling umum dari GERD. Heartburn biasanya terasa seperti nyeri dan rasa terbakar pada dada, mulai dari di belakang tulang dada dan bergerak ke leher dan tenggorokan. Banyak orang merasa seperti makanan naik kembali ke mulut, meninggalkan rasa asam atau pahit. Rasa terbakar, tekanan atau nyeri dapat berlangsung selama 2 jam dan sering memburuk setelah makan. Berbaring atau membungkuk juga dapat menyebabkan heartburn. Banyak orang dapat mengurangi rasa sakit dengan berdiri tegak atau mengkonsumsi antasida yang menghilangkan asam di esofagus. Nyeri karena heartburn sering dianggap nyeri karena penyakit jantung atau serangan jantung, tapi ada perbedaannya. Olah raga sering meningkatkan nyeri karena penyakit jantung, dan nyeri berkurang ketika bersitirahat. Nyeri karena heartburn tidak berhubungan dengan aktivitas fisik. Anda mungkin tidak dapat mengenali perbedaan kedua kondisi ini. Segeralah mencari bantuan medis bila mengalami nyeri dada.
- Suara serak. Asam lembung yang masuk ke esofagus dapat mengiritasi pita suara
- Sakit tenggorokan yang terjadi setelah makan
- Batuk kronis dan wheezing (bunyi nafas seperti peluit) dapat terjadi karena asam lambung terjadi karena asam masuk ke paru-paru
- Asma. Batuk dan wheezing karena heartburn dapat menjadi pemicu asma. Menurut para ahli ini merupakan reaksi penyempitan saluran pernapasan untuk mencegah asam lambung masuk.
- Mual
- Air iur berlebih. Ini merupakan reaksi tubuh untuk menetralisir asam
- Kesulitan menelan. Bila reflux sering terjadi, proses kerusakan dan penyembuhan yang berulang dapat menyebabkan bekas luka yang menyempitkan bagian bawah esofagus sehingga sulit menelan.
- Dokter menyarankan perubahan diet dan gaya hidup untuk sebagian besar penderita GERD
- Pengobatan bertujuan untuk mengurangi jumlah reflux atau mengurangi kerusakan pada lapisan esofagus karena materi yang naik kembali dari lambung
- Menghindari makanan dan minuman yang melemahkan LES (cokelat, peppermint, makanan berlemak, kopi, alkohol).
- Menghindari makanan dan minuman yang menyebabkan iritasi pada esofagus (buah dan jus citrus (jeruk), produk tomat, lada dan cabai).
- Memperkecil porsi makan
- Makan sedikitnya 2-3 jam sebelum tidur dapat mengurangi reflux karena memberi waktu sehingga asam lambung berkurang dan isi lambung berkurang sebagian.
- Mengurangi kegemukan
- Merokok menyebabkan LES melemah. Berhenti merokok penting untuk mengurang gejala GERD
- Meninggikan kepala di tempat tidur sebesar 15 cm atau menggunakan menggunakan ganjal khusus mengurangi heartburn dengan menggunakan grativitas untuk mengurangi naiknya isi lambung ke esofagus. Penggunaan bantal justeru menambah tekanan pada lambung
http://www.mayoclinic.com
http://www.webmd.com
http://www.health.com/
http://www.health.com/
Kamis, 25 Februari 2016
Nyeri Dada Karena Gangguan Pencernaan - Heartburn
Heartburn
Gejala heartburn
antara lain:
- Nyeri seperti terbakar pada dada yang biasanya terjadi setalah makan atau pada malam hari.
- Nyeri yang bertambah parah ketika berbaring atau membungkuk
Sebaiknya Anda menemui dokter bila
- Heartburn terjadi lebih dari dua kali seminggu
- Gejala heartburn tidak hilang dengan minum obat tanpa resep dokter
- Anda mengalami kesulitan menelan
- Anda sering mual atau muntah
- Berat badan turun karena kurang berselera makan atau mengalami kesulitan makan
Penyebab
Heartburn terjadi bila asam lambung mengalir kembali
ke atas melalui saluran yang membawa makanan dari mulut ke lambung (esophagus).
Dalam keadaan normal, ketika Anda menelan, otot yang
melingkari dasar esophagus (lower esophageal sphincter/LES) menjadi rileks
sehingga makanan dan cairan dapat mengalir turun ke lambung. Kemudian otot itu
akan mengencang lagi
Bila LES menjadi mengendur secara abnormal atau otot
itu melemah, asam lambung dapat mengair kembali ke esophagus (disebut acid
reflux) dan menyebabkan heartburn.
Aliran asam lambung kembali ke atas dapat bertambah parah bila Anda berbaring
atau membungkuk
- Faktor risiko
- Makanan dan minuman tertentu dapat memicu heartburn pada sebagian orang, seperti
- Makanan pedas atau berbumbu
- Bawang merah dan putih
- Produk jeruk (citrus)
- Produk Tomat seperti saus tomat
- Makanan berlemak atau digoreng
- Peppermint
- Cokelat
- Alkohol, minuman bersoda, kopi dan minuman mengandung kafein lainnya
- Makanan porsi besar atau berlemak
- Kelebihan berat badan atau hamil dapat meningkatkan risiko Anda mengalami heartburn
Komplikasi
Heartburn yang
sering terjadi dan mengganggu rutinitas Anda
dianggap sebagai gastroesophageal reflux
disease (GERD). Pengobatan GERD mungkin membutuhkan obat dengan resep
dokter atau kadang-kadang membutuhkan operasi atau prsedur medis lainnya. GERD
dapat mem=nimbulkan kerusakan serius pada esophagus Anda
Gaya hidup
Atasi heartburn
dengan mengubah gaya hidup Anda
- Jaga berat badan. Berat badan berlebih menekan abdomen Anda, mendorong lambung ke atas dan menyebabkan asam berbalik ke esophagus.
- Hindari pakaian ketat terutama pada bagian pinggang yang menekan abdomen dan otot dasar esophagus (LES)
- Hindari makanan yang memicu heartburn Anda
- Makan dengan porsi kecil tapi lebih sering
- Hindari berbaring setelah makan. Tunggu sedikitnya 2-3 jam
- Hindari makan terlalu malam
- Tinggikan kepala Anda di tempat tidur. Letakkan pengganjal (tambahan bantal biasanya tidak efektif) untuk meninggikan tubuh anda dari pinggang ke atas.
- Hindari merokok. Merokok mengurangi LES berfungsi dengan baik
- Tidur 7-8 jam sehari
- Buat catatan heartburn. Catat apa yang memicu kejadian acid reflux, Bagaimana tingkat keparahannya, dan apa yang membantu Anda meredakannya.
Sumber:
http://www.mayoclinic.org/
Rabu, 24 Februari 2016
Mengurangi Bengkak dan Nyeri Pada Saat Hamil
Pembengkakan pada saat hamil adalah hal yang normal. Sekitar 25% dari tambahan berat badan yang terjadi pada saat hamil adalah tambahan cairan dalam tubuh Anda. Bengkak terjadi sebagai bagian dari persiapan persalinan. Tubuh Anda menyiapkan ruang untuk bayi, membuat bantalan pelindung untuk bayi dengan cairan ketuban, mengalirkan lebih banyak darah dalam tubuh dan mengalirkan zat nutrisi ke seluruh tubuh, dan mempersiapkan diri memproduksi ASI.
Apa yang menyebabkan bengkak?
Ketika hamil, tubuh Anda menambah jumlah darah dan cairan-cairan lain sampai separuh dari jumlah normal ketika Anda tidak hamil. Bayi Anda dikelilingi banyak cairan. Tubuh Anda juga melunakkan sendi-sendi untuk mempersiapkan diri menuju persalinan.Perubahan juga terjadi pada kaki dan pergelangan, jari-jari dan tangan. Jari-jari yang bengkak adalah bagian normal pada kehamilan yang dapat terjadi pada usia kehamilan sekitar lima bulan dan menjelang persalinan Anda mungkin merasa tubuh Anda seperti balon berisi air. Tubuh Anda justru pertanda baik karena akan mempermudah Anda untuk melahirkan.
Walaupun tambahan cairan adalah normal, Anda mungkin merasa tidak nyaman dengan perubahan daam tubuh Anda. Banyak wanita mengalami nyeri pada kaki dan punggung.
Beberapa tips berikut dapat membantu Anda:
Angkat kaki Anda
Hindari berdiri diam, sering beristirahatlah dengan duduk atau berjalan-jalan. Lakukan latihan dengan memutar-mutar pergelangan kaki dengan lembut dan lakukan gerakan seperti menginjak pedal-pedal di mobil. Duduk atau berbaring dengan meletakkan bantal di bawah kaki Anda
Berbaring pada sisi kiri Anda
Posisi ini membantu darah mengalir lebih mudah dari pembuluh vena di kaki sehingga mengurangi tekanan pada pembuluh vena.
Kurangi garam
Garam menambah timbunan cairan dan menahannya di dalam tubuh. Perhatikan kandungan garam dalam makanan yang diawetkan dan makanan dalam kemasan.
Tambahkan potasium
Potasium banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan, makanan yang memang harus Anda makan lebih banyak ketika hamil. Anda juga dapat makan pisang, kacang-kacangan dan buah-buahan yang dikeringkan
Kenakan stocking khusus
Stocking untuk wanita hamil kadang-kadang terasa gerah dan tidak nyaman, tapi sangat membantu mengurangi bengkak pada kaki.
Minum secukupnya
Sudah banyak air dalam tubuh, mengapa harus minum lagi? Kita memerlukan air untuk membuang garam yang berlebihan dalam tubuh dan juga cairan yang harus dibuang. Ginjal memerlukan sekitar 3,1 liter air sehari. Anda dapat minum air, jus, susu, tapi hindari minuman riingan bersoda yang mengandung banyak gula. Juga hindari minuman berkafein seperti kopi dan teh yang dapat menyebabkan dehidrasi.
Hindari junk food
Makanan siap saji sering mengandung banyak garam dan lemak dan rendah vitamin serta nutrisi
Olahraga teratur
Olah raga membantu otot-otot bekerja dengan pembuluh darah vena mendorong cairan keluar dari jaringan dan kembali ke jantung
Jaga tubuh tetap sejuk
Kenakan pakaian yang nyaman dan sejuk, hindari pakaian ketat, tebal atau berlapis-lapis. Nyalakan penyejuk udara. Berendam di kolam renang pada hari yang panas juga dapat menjadi pilihan yang baik
Kompres dingin
Kompres dingin pada are yang bengkak dan nyeri dapat membantu
Sumber
https://au.lifestyle.yahoo.com
http://www.parenttime.com
Lihat juga:
Video Meninggikam Kaki untuk Mengurangi Bengkak pada Ibu Hamil
Video Latihan Memutar Pergelangan Kaki Untuk Ibu Hamil
Nyeri Dada Karena Gangguan Pencernaan Bagian 1
Nyeri dada bisa jadi merupakan gejala dari suatu
kondisi, yang paling serius adalah serangan jantung. Karena itu segeralah
mengunjungi dokter bila Anda mengalami nyeri dada terutama bila Anda juga
mengalami gejala-gejala lain.
Tapi nyeri dada juga dapat terjadi karena beberapa
kondisi pencernaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga pasien
yang menderita nyeri dada sebenarnya mengalami gejala karenagangguan
pencernaan.
Kondisi pencernaan yang dapat menyebabkan nyeri dada antara lain:
- Gastroesophageal reflux disease (GERD)
- Hiatal hernia (hernia yang terjadi karena bagian lambung terdorong ke sekat rongga badan)
- Tukak lambung
- Penyakit kantung empedu
Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah penyakit pencernaan kronis. GERD terjadi
ketika asam lambung atau, kadang-kadang, isi perut, mengalir kembali ke dalam
pipa makanan (esofagus). Aliran asam lambung dan isi lambung kembali ke
esofagus Backwash (refluks) mengiritasi lapisan esofagus dan menyebabkan GERD.
Gangguan asam lambung adalah
kondisi pencernaan yang umum dan banyak orang mengalaminya dari waktu ke waktu.
Ketika tanda-tanda dan gejala-gejala tersebut terjadi setidaknya dua kali
setiap minggu atau mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, atau ketika dokter Anda
dapat melihat kerusakan kerongkongan Anda, Anda mungkin didiagnosis dengan
GERD.
Bila Anda mengalami GERD dan hiatal
hernia, nyeri dada biasanya dimulai di belakang tulang dada (sternum) dan dapat berjalan naik ke
tenggorokan. Nyeri biasanya terjadi tak lama setelah makan dan dapat
berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam. Perlu diingat bahwa nyeri
karena serangan jantung kadang-kadang dianggap rasa terbakar dari GERD atau hiatal hernia dan penting untuk mencari
bantuan medis bila ada keraguan asal usul nyeri dada.
Pada beberapa kasus, nyeri karena tukak lambung dan serangan kantung empedu terasa
hingga bagian belakang dada dan terasa seperti serangan jantung.
Semua jenis nyeri dada harus segera diperiksa untuk memastikan apakah itu
serangan jantung atau karena penyebab lain.
Sumber:
Sumber:
Sabtu, 30 Januari 2016
Kafein dan Sakit Kepala
Tiap orang
mengalami sakit kepala dari waktu ke waktu. Dan sebagian besar orang
mengkonsumsi kafein dalam makanan dan minumannya. Apa hubungannya? Ada
kemungkinan kafein dapat menyembuhkan dan menyebabkan sakit kepala
Bila Anda
mengalami sakit kepala, Anda ingin segera sembuh. Kafein dapat menyembuhkan tension headache dan migraine. Dalam obat-obat
penghilang nyeri terkandung kafein. Kafein dapat membuat obat nyeri 40% lebih
efektif. Kadang-kadang Anda dapat menghilangkan sakit kepala hanya dengan
mengkonsumsi kafein.
Kafein
membantu mengurangi peradangan, dan mengurangi nyeri. Aspirin, ibuprofen atau acetaminophen bekerja lebih baik dan cepat ketika
digabung dengan kafein.
Pada kondisi
langka yang disebut hypnic headaches merespon
baik khususnya pada kafein. Sakit kepala jenis ini menyerang orang berusia
lanjut, membuat mereka terbangun dari tidur karena nyeri hebat. Dokter menyarankan
penderita minum secangkir kopi sebelum pergi tidur atau segera setelah mereka
terbangun karena sakit kepala.
Kafein Menyebabkan Sakit Kepala
Anehnya, apa
yang embuat kafein efektif pada pereda nyeri juga dapat menyebabkan sakit
kepala. Kafein menyempitkan pembuluh darah di sekitar otak. Ketika Anda
berhenti mengkonsumsinya. Pembuluh darah melebar lagi dan hal itu dapat
menyebabkan nyeri.
Reaksi karena berhenti konsumsi kafein : Tubuh kita
mudah membiasakan diri terhadap efek kafein sehingga ketika kita tidak
mendapatkan kafein, kita mengalami reaksi karena berhenti mengkonsmsi kopi. Hal
ini dapat terjadi bila kita mengkonsumsi kefein secara teratur bahkan bila
hanya secangkir kopi tiap hari.
Terlalu
banyak obat:
Bila Anda
mengkonsumsi obat pereda nyeri terlalu banyak atau terlalu sering, ketika
pengaruh obat hilang, nyeri akan kembali, lebih parah dari sebelumnya. Bila
Anda menggabungkan obat dengan kafein, kondisi ini lebih mungkin terjadi. Jenis
sakit kepala ini jarang terjadi dan dapat dihindari dengan mengikuti instruksi
penggunaan obat
Apa yang
dapat Anda lakukan
Perhatian
pengaruh kafein pada diri Anda. Perhatikan berapa banyak kafein yang Anda
konsumsi kafein Anda, baik diminum atau dimakan. Bila Anda mengalami migraine atau sering mengalami sakit kepala,
Anda mungkin harus mengurangi konsumsi kafein atau tidak mengkonsumsinya sama
sekali. Yang terbaik adalah mengurangi kafein secara bertahap. Misalnya Anda
biasa minum 2 cangkir kopi sehari, cobalah menguranginya menjadi 1 cangkir
sehari. Bila Anda mendadak berhenti minum kopi, Anda mungkin mengalami reaksi
berhenti minum kopi selama kira-kira seminggu.
Amati serangan
sakit kepala yang Anda alami dan hal-hal yang dapat membantu Anda. Tidur
secukupnya, banyak minum air. Makanan bernutrisi dan olah raga sehari-hari
dapat membantu. Anda dapat memerangi sakit kepala dengan relaksasi, meditasi
atau pemijatan, dan hindari penggunaan obat-obatan atau kafein.
Sumber:
http://www.webmd.com
Senin, 28 Desember 2015
Nyeri Leher
Nyeri leher atau
leher kaku adalah keluhan yang sangat sering terjadi. Postur yang kurang
baik dapat menyebabkan otot-otot leher
tertarik baik karena membungkuk di atas komputer atau sikap duduk yang tidak
benar. Osteoarthritis juga merupakan
penyebab nyeri leher yang paling umum. Nyeri leher bisa jadi merupakan gejala
yang lebih serius, tapi ini jarang terjadi.
Tanda atau gejala
nyeri leher
- Rasa sakit yang memburuk ketika menahan kepala pada satu posisi dalam periode panjang seperti menyetir atau duduk di depan komputer
- Otot tegang atau kejang
- Tidak dapat atau sulit menggerakkan kepala
- Sakit kepala
Anda perlu menemui dokter bila nyeri leher Anda
- Berlangsung selama beberapa hari tanpa perubahan
- Menjalar ke lengan atau tungkai
- Disertai sakit kepala, mati rasa, rasa perih atau terasa lemah
Penyebab nyeri leher
- Otot leher tegang. Terlalu banyak penggunaan seperti membungkuk terlalu lama di atas komputer atau smartphone sering menyebabkan otot tegang. Hal-hal kecil seperti membaca di tempat tidur atau menggertakkan gigi dapat menyebabkan otot tegang
- Sendi yang aus Seperti pada sendi-sendi lain, sendi-sendi pada leher dapat mengalami keausan karena pengaruh usia. Osteoarthritis menyebabkan kerusakan pada bantalan di antara tulang-tulang belakang. Akibatnya tubuh membentuk tulang tambahan yang mempengaruhi gerakan sendi dan menyebabkan nyeri
- Saraf terjepit Cakram tulang belakang yang berubah letak atau tulang yang tumbuh tidak normal pada tulang leher dapat menekan saraf sehingga keluar dari tulang belakang
- Cedera. Cedera dapat terjadi ketika dengan tiba-tiba kepala disentakkan ke belakang dengan kuat kemudian ke depan dan menyebabkan ketegangan jaringan-jaringan lunak di leher.
- Penyakit seperti rheumatoid arthritis, meningitis atau kanker dapat menyebabkan nyeri leher
Pencegahan Nyeri
Leher
Saran-saran berikut ini dapat membantu mencegah nyeri
leher.
- Jaga postur yang baik pada saat duduk dan berdiri
- Istirahat secara teratur ketika bekerja dengan komputer, menyetir atau kegiatan yang lain di mana leher Anda berada pada posisi yang sama dalam waktu lama
- Bila Anda sering merasa stres, lakukan teknik relaksasi untuk membantu menghilangkan ketegangan di leher
- Hindari tidur tengkurap, dan pastikan kepala Anda lurus dengan tubuh Anda ketika tidur dengan posisi miring. Gunakan bantal secukupnya (biasanya Anda hanya membutuhkan satu bantal) untuk memastikan kepala segaris badan Anda. Kasur yang terlalu lunak dapat menyebabkan leher Anda tertekuk ketika Anda tidur.
Sumber:
http://www.nhs.uk
http://www.mayoclinic.org
http://www.nhs.uk
Minggu, 29 November 2015
Sakit Kepala Sinusitis atau Migraine?
Sakit kepala disertai hidung yang tersumbat dan mata gatal berair sering langsung dikira sakit
kepala karena sinusitis. Lebih dari 4
dari 5 orang yang mengira gejala ini sebagai sakit kepala sinus sebenarnya
mengalami migraine.
Perbedaan gejala dan
penyebabnya
Sakit kepala sinus dan migraine mungkin memiliki
gejala yang sama:
- Nyeri pada kepala, khususnya pada dahi
- Mata gatal dan berair
- Nyeri yang berhubungan dengan gerakan
Tapi migraine sering juga disertai
- Mual dan muntah
- Kepekaan pada suara dan cahaya
- Nyeri berdenyut pada satu atau kedua sisi kepala
“Bila Anda mengunjungi dokter karena sakit kepala
yang datang dan pergi, 95% Anda mengalami migraine,”
kata Stephen Silberstein, MD dari Thomas Jefferson University, penulis the
American Academy of Neurology's guidelines on migraine diagnosis and treatment.
Sakit kepala sinus biasanya disebabkan oleh infeksi
dan peradangan pada rongga hidung ya ng menyebabkan penyumbatan. Akibatnya
terjadi nyeri dan tekanan pada dahi dan di belakang tulang pipi.
Dapat dipahami bila Anda
mengira adanya masalah pada sinus karena sakit kepala, hidung tersumbat dan
mata berair.
Tapi perlu diingat bahwa
bila terjadi nyeri pada kepala, khususnya pada dahi, dapat terjadi refleks yang
mengaktifkan saraf yang mengakibatkan mata berair dan gatal, rasa penuh dan
berair pada hidung.
Bila sakit kepala Anda
mengganggu aktivitas Anda sehari-hari atau tidak yakin apa penyebabnya, segera
temui dokter
- Tentu saja Anda harus mencari bantuan medis bila sakit kapala Anda:
- Terus bertambah parah
- Berhubungan dengan gejala neurologis seperti gangguan penglihatan atau rasa lemah pada otot-otot
- Disertai demam dan kaku pada leher
- Muncul tiba-tiba dan sangat menyakitkan
“Bila
Anda mengalami sakit kepala yang datang dan pergi, harus dipertimbangkan bahwa
Anda mengalalami migraine sampai dibuktikan bahwa ada penyebab lain,” kata Dr.
Silberstein.
Sumber: www.webmd.com
Langganan:
Postingan (Atom)


