Rabu, 29 April 2015

Nyeri Leher


Nyeri leher adalah keluhan yang umum dialami banyak orang. Otot-otot leher dapat tertarik karena postur yang kurang baik, misalnya membungkuk  di meja kerja Anda.  Artritis juga sering menjadi penyebab nyeri leher

Bisa jadi nyeri leher adalah  gejala dari masalah  yang lebih serius, meskipun jarang terjadi. Bila anda mengalami nyeri leher disertai mati rasa, hilangnya kekuatan pada lengan atau tangan, atau nyeri menusuk pada bahu atau sepanjang lengan, sebaiknya Anda segera mencari bantuan medis.
Nyeri leher dapat diakibatkan oleh berbagai sebab, antara lain:at

  • Otot tegang. Postur yang kurang baik dan berlangsung beberapa waktu dapat menyebabkan otot-otot leher tegang. Misalnya membungkuk ketika mengemudi mobil, membaca sambil berbaring, atau menggertakkan gigi.
  •  Sendi yang aus. Seperti semua sendi lain di tubuh kita,  sendi-sendi leher cenderung mengalami aus karena bertambahnya usia. Hal ini dapat menyebabkan osteoartritis
  • Penyempitan saraf. Kerusakan pada cakram tulang atau tulang yang tumbuh lebih besar atau lebih  panjang dari normal pada tulang leher menyebabkan tekanan pada saraf sehingga bergeser keluar dari tulang punggung
  •  Cedera. Benturan pada tulang ekor sering terjadi ketika kepala tersentak keras ke belakang, kemudian ke depan. Sentakan ini menyebabkan jaringan-jaringan lunak di leher teregang melebihi batas normal.       
  •  Penyakit. Nyeri leher dapat dixebabkan oleh penyakit seperti rematik, meningitis atau kanker.

Minggu, 01 Februari 2015

Latihan Untuk Sindrom Lorong Karpal

Tendon Glide Exercises

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan  peredaran darah pada tangan dan pergelangan yang dapat mengurangi pembengkakan dan mendorong jaringan lunak yang lebih sehat (otot,ligamen dan tendon). 

Perhatikan urutan dalam latihan ini
Lakukan 5 rangkaian latihan 3-4 kali sehari

Sumber: http://www.carpal-tunnel-symptoms.com/tendon-glide-exercises.html

Sabtu, 31 Januari 2015

Mengurangi Nyeri dan Bengkak pada Sindrom Lorong Karpal



Sindrom Lorong Karpal (Carpal Tunnel Syndrome) terjadi karena adanya penekanan saraf Median pada lorong Karpal. Penderita bisa mengalami mati rasa, kesemutan atau seperti terbakar terutama pada ibu jari, telunjuk, jari tengah dan jari manis yang membentuk setengah lingkaran. Mungkin juga terjadi pembengkakan dan masalah lain karena penyakit ini.



Berikut ini beberapa cara mengurangi nyeri dan bengkak pada Sindrom Lorong Karpal:
  • Istirahatkan tangan, jari dan pergelangan tangan. Hentikan aktivitas yang dapat menyebabkkan nyeri dan mati rasa. Ketika gejala berkurang, lakukan aktivitas kembali secara bertahap. Jaga tangan dan pergelangan lurus atau hanya sedikit tertekuk.
  • Kompres es pada telapak tangan selama 10-15 menit. Lakukan 2-3 kali per jam
  • Hindari menindih tangan dan jaga agar tangan tidak tertekuk ketika tidur. Anda dapat memakai belat tangan agar tangan tetap lurus
  • Lakukan latihan khusus untuk peregangan tangan dan pergelangan
  • Obat anti peradangan nonsteroid dapat membantu mengurangi bengkak dan nyeri, tapi tidak terbukti efektif untuk Sindrom Lorong Karpal, jadi sebaiknya dihindari 
  • Sindrom Lorong Karpal sering berhubungan dengan penyakit lain atau gaya hidup. Gejala Sindrom ini, terutama bengkak, dapat dikurangi dengan menurunkan berat badan, mengurangi alkohol, berhenti merokok dan mengendalikan diabetes.

Penyebab Sindrom Lorong Karpal


Sindrom Lorong Karpal (Carpal Tunnel Syndrome) terjadi karena tekanan pada saraf Median yang ada di dalam lorong Carpal. Tekanan ini dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan atau aktivitas  pada tangan, jari dan pergelangan tangan. Tekanan menyebabkan lorong Carpal menyempit dan jumlah jaringan di dalamnya meningkat atau saraf Median bertambah peka. Inilah yang menyebabkan Sindrom Lorong Karpal.

Sebab Sindrom Lorong Karpal
  • Obesitas, rematik, gout, diabetes, lupus dan hipotiroid dapat menyebabkan atau mendorong terjadinya nyeri atau bengkak pada sendi atau jaringan lunak di lengan, atau menyebabkan berkurangnya aliran darah ke tangan.
  • Gerakan tangan dan pergelangan tangan berulang dapat menyebabkan tendon menyebabkan pembengkakan pada tendon (tenosinovitis)  
  • Patah tulang pergelangan, tulang bergeser, pertumbuhan tulang baru pada proses penyebuhan, tulang lebih dari ukuran normal (bone spurs) dapat menyebabkan menyempitnya ruangan dalam Lorong Karpal atau memberi tekanan tambahan pada saraf Median.
Sindrom Lorong Karpal banyak berhubungan dengan aktivitas kerja yang membutuhkan:
  • Gerakan tangan yang kuat atau berulang-ulang 
  • Getaran pada tangan dan lengan
  • Bekerja pada posisi yang sama atau dengan posisi yang salah dalam jangka waktu lama
Sindrom lorong karpal lebih banyak terjadi pada orang yang bekerja dengan keadaan seperti di atas dibarengi adanya masalah kesehatan lain. Pada sebagian kasus, penyebab penyakit ini tidak diketahui.

Sumber: http://www.webmd.com



Gejala Sindrom Lorong Karpal





Lorong Karpal (Carpal Tunnel) adalah jalur sempit pada pergelangan tangan yang terdiri dari tulang dan ligamen. Saraf Median yang mengatur rasa dan gerakan pada ibu jari, telunjuk, jari tengah dan jari manis ada di dalam lorong Karpal beserta tendon-tendon saraf ke jari dan ibu jari. Ketika lorong Karpal terjepit atau tertekan, muncullah gejala mati rasa, kesemutan, rasa terbakar, nyeri dan kelemahan pada tangan yang disebut sindrom lorong karpal (Carpal Tunnel Syndrome).



Berikut ini gejala yang sering dirasakan penderita sindrom lorong karpal:
Nyeri dan kesemutan                                   
Gejala ini sering muncul ketika penderita sedang tidur atau pada saat bangun tidur. Pada siang gejala juga muncul ketika memegang sesuatu.  Menggerakkan atau menggoncangkan tangan biasanya dapat menghilangkan gejala ini.

Kelemahan otot
Ketika sindrom lorong karpal berlanjut, penderita mungkin mengalami kelemahan otot  pada ibu jari, telunjuk dan jari tengah dan bisa jadi mengalami kesulitan mengepalkan tangan atau memegang benda. Mungkin penderita menjatuhkan benda yang sedang dipegang, sulit memegang benda atau melakukan kegiatan sepeti mengancingkan baju atau menyisir rambut

Mati rasa
Sindrom lorong karpal juga dapat menyebabkan penderita mati rasa di tangan. Beberapa orang merasa tangannya tebal atau bengkak padahal tidak ada bengkak di sana, atau tidak dapat membedakan dingin dan panas.

Rasa terbakar
Rasa terbakar dialami penderita pada ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Gejala ini sering terasa pada saat penderita tidur atau tangannya sedang beristirahat.

Gatal
Rasa gatal pada tangan atau ibu jari, telunjuk dan jari tengah bersama dengan perasaan mati rasa adalah gejala lain sindrom lorong karpal. Biasanya rasa gatal itu tidak parah, namun dapat dirasakan.

Siapa yang berisiko menderita sindrom lorong karpal?
  • Wanita  mempunyai risiko tiga kali lebih besar daripada pria. Orang tua juga memiliki risiko lebih tinggi.
  • Beberapa kondisi kesehatan berikut meningkatkan risiko sindrom lorong karpal:
  • Diabetes, gout, rematik, hipotiroidisme,
  • Kehamilan
  • Terkilir atau patah pulang pada pergelangan tangan


Bagaimana bila sindrom lorong karpal tidak ditangani dengan baik?
Gejala sindrom lorong karpal dapat muncul pada satu atau kedua tangan, biasanya pertama dirasakan pada tangan yang dominan.
Sindrom lorong karpal pada awalnya datang dan pergi, namun lambat laun dapat menetap. Nyeri dapat menyebar ke sepanjang lengan. Bila sindrom ini tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan otot ibu jari pada telapak tangan stidak berkembang atau bahkan mengecil (atropi).  Dengan dilakukan pengobatan pun, bisa jadi tidak dapat mengembalikan kekuatan dan kepekaan rasa pada tangan.

Dapatkah sindrom lorong karpal dicegah?
Tidak ada cara yang benar-benar dapat mencegah sindrom lorong karpal,namun beberapa hal di bawah ini dapat membantu:
  • Postur yang baik
  • Alat dan tempat kerja yang ergonomis
  • Peregangan tangan dan pergelangan teratur
  • Sering beristirahat untuk mengoncangkan lengan dan kaki, menyandarkan tubuh dan sering mengubah posisi selama jam kerja



Sumber:
www.medicinenet.com
www.chronicbodypain.net

Sabtu, 23 Februari 2013

Merokok dan Nyeri Punggung



Kita tahu bahwa merokok berdampak buruk pada kesehatan. Merokok juga dapat merusak anatomi tulang punggung.

Berikut beberapa fakta tentang hubungan merokok dan nyeri punggung menurut
University of Michigan Health System:
  • Perokok memiliki risiko nyeri tulang punggun bawah 2,7 kali lebih besar daripada orang yang tidak merokok.
  • Perokok memiliki risiko nyeri tulang punggung ketika berusia lanjut
  • Wanita perokok memiliki risiko nyeri tulang punggung bawah lebih besar daripada pria perokok.


Bagaimana merokok menyebabkan nyeri punggung
  • Merokok dapat menyebabkan nyeri punggung secara langsung dan tidak langsung. Merokok menyempitkan pembuluh darah yang berakibat berkurangnya aliran darah, oksigen dan nutrisi pada tulang punggung bawah. Ini dapat merusak cakram tulang punggung.      Merokok mempercepat proses penuaan cakram-cakram tulang punggung dengan mengurangi aliran dan penyerapan oksigen dan nutrisi. Penurunan aliran oksigen dan nutrisi ini dapat mencapai 50%.
  • Nikotin dan karbonmonooksida dari rokok adalah dua racun yang menghalangi aliran oksigen dan nutrisi ke cakram tulang belakang. Ketika cakram tulang belakang mengalami kurang gizi, bagian luar cakram dapat melemah dan menyebabkan cakram bergeser dan mengakibatkan nyeri.
  • Nikotin dalam rokok mempengaruhi cara otak mengirimkan sinyal nyeri
  • Kekurangan nutrisi pada tulang punggung akibat merokok dapat memperlambat proses penyembuhan nyeri, memperpanjang nyeri pada penderita cedera punggung, patah tulang dan pasien yang baru menjalani operasi tulang punggung.
  • Perokok berat dapat menderita batuk kronis yang menambah tekanan pada cakram tulang punggung dan ini menyebabkan nyeri punggung


Sumber:
http://smoking.ygoy.com/smoking-and-back-pain/
http://www.laserspinewellness.com
http://www.osteopathywoolwich.com/smoking-and-low-back-pain-did-you-know/

Mencegah dan Mengurangi Nyeri Punggung



8 dari 10 orang pernah mengalami nyeri punggung. Terutama wanita yang rentan terhadap  masalah postur dan punggung, karena membawa tas yang berat, kehamilan, menggendong anak pada satu sisi pinggul.

Berikut tip untuk mengurangi dan mencegah  nyeri punggung:

Sayuran hijau
Bayam, brokoli dan sayuran berdaun hijau lainnya, mengandung vitamin K yang membantu penyerapan kalsium dalam tulang dan dan kuat. Makin kuat tulang Anda, makin kuat seluruh tubuh Anda dan makin sedikit risiko cedera yang dapat menyebabkan nyeri punggung.

Kurangi beban
Tas yang kita bawa seringkali  beratnya mencapai 10% dari berat badan Anda bahkan lebih. Beban yang berat juga memiliki dampak pada tulang punggung. Gunakan tas yang dapat diselempang di bahu melewati tubuh. Atau bawa tas bergantian pada kedua bahu. Para ibu juga dianjurkan menggendong anak bergantian di kedua pinggul atau menggendong bayi dengan gendongan depan.

Tidur
Tidur dengan kasur yang lunak mengurangi risiko nyeri punggung bawah . Gunakan bantal yang tidak terlalu tinggi. Bila anda berbaring telentang, dan dagu anda menyentuh dada, berarti bantal anda terlalu tinggi

Olah Raga
Otot perut yang kuat membantu melindungi tulang pungggung dari cedera. Lakukan latihan ini, berbaring telentang, tekuk lutut, telapak kaki di atas lantai, punggung bawah rata di lantai. Tarik pusar ke arah tulang punggung dengan mengencangkan perut. Ulangi 2 sampai 3 kali dan diulang sampai 12 kali. Lakukan latihan 2-3 kali seminggu. Bila Anda tidak biasa berolah raga, lakukan bertahap dari sedikit pengulangan, kemudian perlahan-lahan ditingkatkan
Lakukan olah raga seperti berjalan, jogging, bersepeda, berenang. Bahkan menyapu halaman, mengepel rumah dan berkebun dapat Anda lakukan sebagai olah raga.

Postur
Duduk di kursi 8 jam atau lebih sehari dapat menyebabkan nyeri punggung. Duduklah menyandar. Tambahkan bantal tipis pada sandaran kursi, bila perlu. Jangan duduk terlalu lama karena Anda akan cenderung duduk merosot di kursi dan dapat menyebabkan nyeri punggung. Duduklah selama sekitar 20 menit, kemudian berdiri dan berjalan-jalanlah sejenak sebelum kembali duduk. Demikian juga, jangan berdiri terlalu lama .

Lingkungan Aman
Hindari cedera punggung dengan membuat lingkungan yang aman di rumah dan tempat kerja. Minimal risiko dengan menyingkirkan benda-benda yang menghalangi jalan atau dapat menyebabkan Anda jatuh.

Mengangkat barang dengan  aman
Mengangkat dan membawa benda dengan cara yang tidak benar merupakan penyebab cedera dan nyeri punggung yang sering terjadi padahal sebenarnya dapat dihindari.  Jangan membawa benda yang terlalu berat. Ketika mengangkat sesuatu, pastikan punggung Anda lurus dan tekuklah lutut untuk mengangkat.

Jaga berat badan
Kelebihan berat badan menambah tekanan pada otot punggung dan menyebabkan nyeri punggung. Penurunan berat badan dapat sangat membantu penderita  nyeri punggung.

Cukup minum air
Cukup banyak minum air membantu mengurangi nyeri punggung dan mencegah nyeri datang kembali. Minumlah sedikitnya 8 gelas air putih sehari

Hindari rokok
Merokok menurunkan aliran oksigen dan nutrisi pada tulang punggung dan mempercepat penuaan pada cakram tulang punggung. Cakram tulang punggung yang mengalami kurang gizi melemah dan dapat bergeser sehingga mengakibatkan nyeri punggung hebat.


Sumber:
http://www.health.com
http://indefreept.com/10-quick-tips-for-reducing-back-pain/
http://www.spineuniverse.com/conditions/back-pain/low-back-pain/5-quick-tips-help-prevent-lower-back-pain
http://menshealth.about.com/od/conditions/ht/back_pain.htm